You just have to call me "Gre"... :) Indonesian
I love all the things about cake, flower, vintage and classic stuff
tea, coffee, craft, music, traveling, friendship

 

Gili Trawangan, NTB, Indonesia

1. My favorite drink vs beautiful beach
2. I know, how lucky I am to be here
3. Cafe. A lot of cafe!

Gili Trawangan , NTB, Indonesia

(Left-right)
1. Panorama in Gili Trawangan
2. Beautiful beach. Perfect for sun bathing!
3. Tourist enjoying Gili Trawangan
4. The most famous gelato. You must try it!

7 Juni 2014
Gili Meno, NTB, Indonesia

Ini adalah salah satu Gili yang saya ceritakan di postingan sebelumnya.
Gili Meno ini merupakan private beach yang diperuntukkan bagi pasangan-pasangan yang ingin berbulan madu tanpa terganggu privasinya.
Saya hanya transit sebentar, tanpa sempat turun dari kapal. Dari luar, pulau ini tampak seperti pulau tak berpenghuni.

Jauh berbanding terbalik dengan Gili trawangan yang ramai riuh oleh wisatawan dan cafe-cafe serta sarana yang meramaikan pulau itu.
Tapi, Gili Meno ini memiliki dasar laut yang sangaaaat indah. Terdapat terumbu karang, baik yang masih hidup, maupun sudah mati. Dipesisir pantainya tersebar batu karang kecil-kecil didasarnya. Dibanding dengan Gili Trawangan, pasir di Gili Meno cenderung lebih keruh (tidak putih). Tapi kebersihan disisi luar pulau sangat terjaga, tidak ada sampah yang terlihat sama sekali sejauh mata memandang…

Perjalanan dari Gili Trawangan ke Gili Meno tidak lebih dari 30 menit. Karena saya menaiki kapal glass boat yang tujuannya untuk melihat dasar laut yang sangat indah diantara gili Trawangan dan Gili Meno ini. Disepanjang perjalanan, ada yang membuat saya sangat tertarik. Yaitu melihat bangkai kapal yang karam dan ditumbuhi terumbu karang, serta menjadi habitat makhluk-makhluk air. Konon kabarnya (dari penjelasan guide) ini adalah kapal pada masa penjajahan dulu. Mengangkut hasil bumi dan karam dilaut ini. Ada satu lagi yang menarik adalah adanya kelompok terumbu karang yang berwarna biru, cantiiiik sekali. Terumbu karang biru ini sulit ditemukan. Bersyukur sekali saya tinggal di Indonesia dengan kekayaan alam yang sangat memukau dan luar biasa.

Mungkin hanya ini yang bisa saya infokan tentang Gili Meno, mudah-mudahan bisa sedikit membantu membuka wawasan tentang Gili yang ada di Lombok. Karena Lombok tidak hanya memiliki gili Trawangan. Masih banyak gili-gili yang lain, yang mungkin lebih indah dari Gili Trawangan. Barangkali suatu waktu saya berkesempatan untuk mengeksplore Gili Meno, pasti akan saya bagikan info tentangnya.

Salaam,
Greta

(Use Translate: indonesia-english)

7 Juni 2014
Gili Meno, NTB, Indonesia

Ini adalah salah satu Gili yang saya ceritakan di postingan sebelumnya.
Gili Meno ini merupakan private beach yang diperuntukkan bagi pasangan-pasangan yang ingin berbulan madu tanpa terganggu privasinya.
Saya hanya transit sebentar, tanpa sempat turun dari kapal. Dari luar, pulau ini tampak seperti pulau tak berpenghuni.

Jauh berbanding terbalik dengan Gili trawangan yang ramai riuh oleh wisatawan dan cafe-cafe serta sarana yang meramaikan pulau itu.
Tapi, Gili Meno ini memiliki dasar laut yang sangaaaat indah. Terdapat terumbu karang, baik yang masih hidup, maupun sudah mati. Dipesisir pantainya tersebar batu karang kecil-kecil didasarnya. Dibanding dengan Gili Trawangan, pasir di Gili Meno cenderung lebih keruh (tidak putih). Tapi kebersihan disisi luar pulau sangat terjaga, tidak ada sampah yang terlihat sama sekali sejauh mata memandang…

Perjalanan dari Gili Trawangan ke Gili Meno tidak lebih dari 30 menit. Karena saya menaiki kapal glass boat yang tujuannya untuk melihat dasar laut yang sangat indah diantara gili Trawangan dan Gili Meno ini. Disepanjang perjalanan, ada yang membuat saya sangat tertarik. Yaitu melihat bangkai kapal yang karam dan ditumbuhi terumbu karang, serta menjadi habitat makhluk-makhluk air. Konon kabarnya (dari penjelasan guide) ini adalah kapal pada masa penjajahan dulu. Mengangkut hasil bumi dan karam dilaut ini. Ada satu lagi yang menarik adalah adanya kelompok terumbu karang yang berwarna biru, cantiiiik sekali. Terumbu karang biru ini sulit ditemukan. Bersyukur sekali saya tinggal di Indonesia dengan kekayaan alam yang sangat memukau dan luar biasa.

Mungkin hanya ini yang bisa saya infokan tentang Gili Meno, mudah-mudahan bisa sedikit membantu membuka wawasan tentang Gili yang ada di Lombok. Karena Lombok tidak hanya memiliki gili Trawangan. Masih banyak gili-gili yang lain, yang mungkin lebih indah dari Gili Trawangan. Barangkali suatu waktu saya berkesempatan untuk mengeksplore Gili Meno, pasti akan saya bagikan info tentangnya.

Salaam,
Greta

(Use Translate: indonesia-english)

7 Juni 2014

Gili Trawangan, NTB

Saya melanjutkan perjalanan ke salah satu gili-gili yang ada disini, yaitu bernama Gili Trawangan.
Perjalanan dari pelabuhan sekitar lebih kurang 30menit dengan menggunakan kapal ber penumpang 10.

Sesampainya disana, satu kata yang bisa terucap adalah WOW!
Pasirnya putih, bersih, dengan gradasi warna biru air laut yang sangat cantiiik luar biasa. Pemandangan dipantai adalah gili-gili kecil, salah satunya adalah gili Meno yang sempat saya hampiri meski hanya transit saja. Photo gili Namu akan saya unggah setelah ini.

Gili Trawangan merupakan satu pulau dimana berjejer banyak cafe disepanjang pesisir pantai dan cottage-cottage ditengah pulau, sekolah kuliner, sekolah diving, dsb. Karena mayoritas penduduk Lombok dan disini adalah muslim, maka di Gili Trawangan ini juga ada satu masjid yang cukup besar, tapi masih dalam tahap renovasi dan perluasan.

Di gili ini tidak boleh ada kendaraan bermotor. So, wisatawan mengelilingi pulau ini dengan menggunakan cidomo (dokar/delman), menyewa sepeda gandeng untuk dua orang, sepeda single, ataupun jalan kaki.
Wisatawan asing lebih mendominasi dipulau ini. Menikmati sun bathing dengan pemandangan laut yang indah, diving, snorkelling, dsb.

Namun, menurut saya, pulau ini sudah terlalu ramai, kurang adanya privasi seperti halnya kuta, Bali. Jadi saya sarankan bagi yang ingin mencari ketenangan, gili Trawangan ini kurang cocok. Disini lebih cocok untuk yang mencari permainan dan sekedar menikmati dasar lautnya dengan snorkelling, diving, atau dengan naik glass boat.
Di Gili trawangan ini disediakan fasilitas kamar mandi umum yang cukup banyak untuk para wisatawan setelah selesai berwnang. Tapi menurut saya, fasilitas ini kurang memadai. Kondisinya kurang baik, kurang dirawat dan baunya tidak sedap. Air tanahnya tawar, tapi sedikit terasa asin. Tidak ada tarif yang dipatok untuk menggunakan fasilitas umum ini, tapi disediakan kotak untuk diisi seikhlasnya untuk perawatan.

Salah satu kuliner yang terkenal di Gili Trawangan ini adalah ice gream gelato. Ice cream cone dengan warna yang eye catching dan rasa yang nikmat. Bisa dibeli satu scoopnya dengan harga Rp 15.000 saja. Bagi saya, makanan (makanan indonesia,makan besar) disini rasanya kurang begitu menggugah selera. Rempah-rempahnya kurang begitu kuat sehingga agak terasa hambar.

Tapi saya cukup puas meskipun hanya menikmati setengah hari disini :)
Melihat pemandanga indah cukup meluluhkan hati dan membuat refresh pikiran.


Salaam,
Greta

(Use Translate: indonesia-english)

Senggigi Beach,

This view, every morning from The Santosa Hotel and resort. Beautiful.
Poor me, I can’t see the sunrise :(
(No filter, no edit)

Salaam,
Greta

Senggigi Beach,

This view, every morning from The Santosa Hotel and resort. Beautiful.
Poor me, I can’t see the sunrise :(
(No filter, no edit)

Salaam,
Greta

The Santosa Hotel and Resort
Senggigi, Lombok.
(For more Info: googling for location, pricelist room, facility)

Hotel berbintang empat ini berada di jalan Senggigi. Hotel yang sangat nyaman dengan pelayanan yang baik.

Dari kiri-kanan:
1. Sunrise from my balcony.
Pemandangan dari kamar saya yang terletak dilantai 3, adalah sederetan pohon kelapa yang mendayu-dayu, dan saat menoleh kekanan, pemandangan inilah yang dapat saya capture. Yaitu sunrise yang ditemani gunung dan pohon kelapa :)

2. My Balcony room.
Inilah teras kamar yang selalu saya nikmati setiap pagi atau malam hari. Sekedar ngeteh, browsing, atau minum-minum dengan menghirup udara yang bersih

3. Swimming pool
Kolam renang di hotel ini cukup luas dan tergolong sangat bersih. Berbatasan langsung dengan pantai senggigi fibagian belakangnya. Kolam renang ini bersebelahan dengan restaurant dan cafe. Tapi sayang, saya tidak sempat menikmati renang disini karena keterbatasan waktu yang dipunya. Hope someday I come back here again :)

4. Yang unik dari hotel ini adanya gerobak yang menjual oleh-oleh khas lombok. Mulai dari makanan, baju, kerajinan. Jadi barangkali ada pengunjung yang tidak sempat berbelanja, bisa membeli cinderamata disini :)

5. Garden.
Taman dihotel ini dirawat dengan baik. Tanaman-tanaman ditata dengan apik memberi kesan asri. Kalau malam, cukup gelap dengan penerangan yang minim untuk memberi kesan remang-remang. Karyawan yang direkrut kebanyakan penduduk asli atau dari Indonesia Timur

6. Senggigi beach
Inilah salah satu view yang saya capture dari belakang hotel Santosa. Hotel ini berbatasan langsung dengan bibir pantai, dengan pemandangan sisi kanan adalah tebing, dan dihadapan kita laut lepas yang tak terlihat pulau diseberang sana. Sayangnya pada pagi hari tidak bisa menikmati sunrise disini. Tapi dengan menyusuri sekitaran pantai saja sudah membuat cukup senang. Banyak pedagang-pedagang kecil disini. Mereka menjajakan aksesoris, baju, makanan khas, dan hasil kerajinan masyarakat setempat.

Sekian sekelumit review saya tentang The Santosa Hotel and Resort di Senggigi, Lombok. Bagi saya, sangat recommended :)

Salaam,
Greta
(Use Translate: indonesia-english)

The Santosa Hotel and Resort Senggigi, Lombok.
(For more Info: googling for location, pricelist room, facility)

Hotel berbintang empat ini berada di jalan Senggigi. Hotel yang sangat nyaman dengan pelayanan yang baik.

Dari kiri-kanan:
1. Sunrise from my balcony.
Pemandangan dari kamar saya yang terletak dilantai 3, adalah sederetan pohon kelapa yang mendayu-dayu, dan saat menoleh kekanan, pemandangan inilah yang dapat saya capture. Yaitu sunrise yang ditemani gunung dan pohon kelapa :)

2. My Balcony room.
Inilah teras kamar yang selalu saya nikmati setiap pagi atau malam hari. Sekedar ngeteh, browsing, atau minum-minum dengan menghirup udara yang bersih

3. Swimming pool
Kolam renang di hotel ini cukup luas dan tergolong sangat bersih. Berbatasan langsung dengan pantai senggigi fibagian belakangnya. Kolam renang ini bersebelahan dengan restaurant dan cafe. Tapi sayang, saya tidak sempat menikmati renang disini karena keterbatasan waktu yang dipunya. Hope someday I come back here again :)

4. Yang unik dari hotel ini adanya gerobak yang menjual oleh-oleh khas lombok. Mulai dari makanan, baju, kerajinan. Jadi barangkali ada pengunjung yang tidak sempat berbelanja, bisa membeli cinderamata disini :)

5. Garden.
Taman dihotel ini dirawat dengan baik. Tanaman-tanaman ditata dengan apik memberi kesan asri. Kalau malam, cukup gelap dengan penerangan yang minim untuk memberi kesan remang-remang. Karyawan yang direkrut kebanyakan penduduk asli atau dari Indonesia Timur

6. Senggigi beach
Inilah salah satu view yang saya capture dari belakang hotel Santosa. Hotel ini berbatasan langsung dengan bibir pantai, dengan pemandangan sisi kanan adalah tebing, dan dihadapan kita laut lepas yang tak terlihat pulau diseberang sana. Sayangnya pada pagi hari tidak bisa menikmati sunrise disini. Tapi dengan menyusuri sekitaran pantai saja sudah membuat cukup senang. Banyak pedagang-pedagang kecil disini. Mereka menjajakan aksesoris, baju, makanan khas, dan hasil kerajinan masyarakat setempat.

Sekian sekelumit review saya tentang The Santosa Hotel and Resort di Senggigi, Lombok. Bagi saya, sangat recommended :)

Salaam,
Greta
(Use Translate: indonesia-english)

6 Juni 2014

Senggigi Beach, Lombok, NTB, Indonesia,

Bersyukur sekali bisa diberi kesempatan untuk mengeksplore tempat baru dan mempelajari segala sesuatu yang ada disana.
Mulai dari pemandangan, kekayaan alam, budaya, kuliner, adat istiadat, infrastruktur, dan lain sebagainya.

Saya plesir ke Lombok selama 3 hari bersama kakak dan saudara saya. Ya, waktu yang cukup singkat untuk menjelajahi indahnya pulau ini.
Perjalanan dari Surabaya-Lombok memakan waktu kurang dari 1 jam menggunakan pesawat, dengan perbedaan waktu 1 jam lebih cepat Lombok.

Hari pertama dihabiskan dengan mencicipi kuliner yang kondang disini, yaitu Ayam Taliwang. Kami berkesempatan datang langsung ke desa Taliwang ini. Ternyata asal kata ayam taliwang adalah karena masakan ini berasal dari desa Taliwang. Cita rasa yang ditonjolkan adalah pedas yang menyengat.
Kemudian kami menginap di The Santosa Hotel, di pantai Senggigi..
Senggigi ini suasananya mirip dengan Kuta, Bali.
Berjejer hotel-hotel mulai dari tidak berbintang, hingga berbintang, cafe-cafe yang menyediakan sarana hura-hura untuk wisatawan, dan terdapat panti pijat.

Suasana malam hari begitu riuh dengan suara-suara musik dan lampu kerlap-kerlip disepanjang jalannya. Infrastruktur di Senggigi cukup baik. Dengan jalan bukit yang berkelok-kelok, jalan yang tidak terlalu lebar, tapi sangat menunjang.
Pantainya sendiri menurut saya kurang begitu cantik, tapi terdapat tebing-tebing yang mengelilingi sisi kanan kirinya.
Setelah ini akan saya post beberapa photo senggigi beach yang saya ambil dari sisi belakang hotel Santosa

Salaam,
Greta

(Use Translate: indonesia-english)

6 Juni 2014

Senggigi Beach, Lombok, NTB, Indonesia,

Bersyukur sekali bisa diberi kesempatan untuk mengeksplore tempat baru dan mempelajari segala sesuatu yang ada disana.
Mulai dari pemandangan, kekayaan alam, budaya, kuliner, adat istiadat, infrastruktur, dan lain sebagainya.

Saya plesir ke Lombok selama 3 hari bersama kakak dan saudara saya. Ya, waktu yang cukup singkat untuk menjelajahi indahnya pulau ini.
Perjalanan dari Surabaya-Lombok memakan waktu kurang dari 1 jam menggunakan pesawat, dengan perbedaan waktu 1 jam lebih cepat Lombok.

Hari pertama dihabiskan dengan mencicipi kuliner yang kondang disini, yaitu Ayam Taliwang. Kami berkesempatan datang langsung ke desa Taliwang ini. Ternyata asal kata ayam taliwang adalah karena masakan ini berasal dari desa Taliwang. Cita rasa yang ditonjolkan adalah pedas yang menyengat.
Kemudian kami menginap di The Santosa Hotel, di pantai Senggigi..
Senggigi ini suasananya mirip dengan Kuta, Bali.
Berjejer hotel-hotel mulai dari tidak berbintang, hingga berbintang, cafe-cafe yang menyediakan sarana hura-hura untuk wisatawan, dan terdapat panti pijat.

Suasana malam hari begitu riuh dengan suara-suara musik dan lampu kerlap-kerlip disepanjang jalannya. Infrastruktur di Senggigi cukup baik. Dengan jalan bukit yang berkelok-kelok, jalan yang tidak terlalu lebar, tapi sangat menunjang.
Pantainya sendiri menurut saya kurang begitu cantik, tapi terdapat tebing-tebing yang mengelilingi sisi kanan kirinya.
Setelah ini akan saya post beberapa photo senggigi beach yang saya ambil dari sisi belakang hotel Santosa

Salaam,
Greta

(Use Translate: indonesia-english)

Kecewa-BCL (influenza sound :( ) by greta cipta on SoundCloud

Singing is my life. I’m not a singer, but just listen my sound, and I will be thank u :) visit my tumblr or soundcloud account

Saya adalah salah satu pecinta teh.. bisa dibilang tea addict
Disaat stres atau rutinitas mulai membosankan, sediakan sedikit untuk ‘tea time’
Tea time biasa dilakukan saat pagi atau sore hari.
Kebiasaan ini merupakan salah satu tradisi di Inggris yang sangat kuat.

Video ini merupakan proses flower tea yang mulai merekah. Tapi hanya terrecord beberapa detik saja.Dibutuhkan sekitar 5 menit untuk flower tea merekah secara sempurna. Tea ini salah satu favorite tea lovers karena dari estetikanya. Menikmati proses merekahnya tea flower sungguh membuat kita rileks.

Diiringi musik classic dan suasana tenang, oh sungguh membuat rileks…

Untuk siapa saja yang merasa stres, penat, lelah, coba take a little time for ‘tea time’. I swear, it works!

Me time always make me happy :)

Me time always make me happy :)